Hampir kelupaan, hampir aja aku lupa. di hari yg bahagia ini. " Ibu " merayakan hari Ulang Tahun. maafkan saya bu. belum bisa menemaniMu di hari ulang tahun mu. belum bisa sembah sungken di hadapan mu.
tapi paling ngga udah " pLonG " lega. i say " Happy birthday ". walaupun sebatas lewat telp, sambil bercerita walaupun sebentar. satu kata yg mengena di hati " lha gmn dik, riedha pulang nya malem terus ". duh .. anak mu yg satu itu. pulang malem terus sampai terkadang terlupakan kehangatan bersama-sama keluarga tercinta. walaupun terkadang sepele, tapi kita kurang bisa "menangkap" akan semua itu.
Jika kita bahas, apa yg kamu pilih : Keluarga ? atau Karier ?
tentu jawaban yg sulit, kedua nya sama-sama penting dalam kehidupan kita. tapi alangkah lebih baik kalau kita bisa membagi waktu tuk berbagi dengan keluarga waLau hanya sebentar saja, tanpa harus melupakan " jenjang karir " kita.
bisa ngga sih ? tentu jawab nya BISA.
Apa yg membuat mu " Melupakan " keluarga mu ? berangkat pagi, pulang malem ... tak ada lagi keceriaan dan gelak tawa.
Untuk mu Ibu ...
kuingin memanggilmu bunda
Ibu, Segenap rasa bahagia
Lahir dari kasih sayang
Keceriaan tersaji di tiap masa
Harapan tumbuh dari belaian
Sakit sirna berkat dekapan
Tiada dedaunan gugur
Kecuali telah kau pungut
Di kala berjalan terjatuh
Tiada sakit karna kauhibur
Kuingin memanggilmu Bunda
Segenap jiwa kan merasa
Tiada yang lebih berharga
Dari memanggil mu, Bunda
Bunda,
Tetesan air dari bola mata
Telah tumpah ruah
Untuk memanggil mu Bunda
Ku Berdoa dengan bersimpuh
Wahai yang Maha Agung
Ampunilah Dosa-dosa Bunda ku
Sayangilah beliau yang memelihara ku
Berikan Rahmat & Lindungan Mu
Hanya diri Mu Wahai Maha Agung
Pemberi Kasih Sayang utk bundaku
Ibu, Segenap rasa bahagia
Lahir dari kasih sayang
Keceriaan tersaji di tiap masa
Harapan tumbuh dari belaian
Sakit sirna berkat dekapan
Tiada dedaunan gugur
Kecuali telah kau pungut
Di kala berjalan terjatuh
Tiada sakit karna kauhibur
Kuingin memanggilmu Bunda
Segenap jiwa kan merasa
Tiada yang lebih berharga
Dari memanggil mu, Bunda
Bunda,
Tetesan air dari bola mata
Telah tumpah ruah
Untuk memanggil mu Bunda
Ku Berdoa dengan bersimpuh
Wahai yang Maha Agung
Ampunilah Dosa-dosa Bunda ku
Sayangilah beliau yang memelihara ku
Berikan Rahmat & Lindungan Mu
Hanya diri Mu Wahai Maha Agung
Pemberi Kasih Sayang utk bundaku

0 Comments:
Post a Comment
<< Home